Perkembangan Islam Pada Abad Pertengahan
Perkembangan
Islam Pada Abad Pertengahan - Zaman dahulu kala Islam berkembang begitu
pesat dan mencapai puncak kejayaannya di berbagai bidang seperti
perdagangan, ilmu pengetahuan, dan budaya. Disini saya akan mengulas dan
membagikan sebuah tulisan mengenai perkembangan Islam pada abad
pertengahan. Namun sebelum itu saya ingin menawarkan kepada anda sebuah
artikel yang lebih dulu saya publikasikan yaitu "Sejarah Masuknya Islam
Ke Indonesia"
Perkembangan Islam Pada Abad Pertengahan
perkembangan islam pada abad pertengahan
1. Kaum Mamluk di Mesir
Satu-satunya penguasa Islam yang dapat memukul mundur tentara Mongolia
(Hulagukhan) ialah tentara Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di
Mesir dibawah pimpinan Sulthan Baybars (1260-1277) sebagai Sulthan yang
terbesar dan termasyhur serta dipandang sebagai pembangun hakiki dinasti
Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik berkuasa sejak tahun 1250 M.
menggantikan dinasti Al Ayyubi dan berakhir tahun 1517 M.
Karena dapat menghalau tentara Hulagukhan, Mesir terhindar dari
penghancuran, sebagaimana dialami di dunia Islam lain yang ditaklukkan
oleh Hulagu.Dinasti Mamalik ini mengalami kemajuan diberbagai bidang.
Kemenangannya terhadap tentara Mongolia menjadi modal dasar untuk
mengusai daerah-daerah sekitarnya. Banyak penguasa-penguasa kecil
menyatakan setia kepada dinasti ini. Dinasti ini juga dapat melumpuhkan
tentara Salib di sepanjang laut tengah. Dalam bidang ekonomi, ia membuka
hubungan dagang dengan Perancis dan Italia, terutama setelah kejatuhan
Baghdad oleh tentara Timur Lenk, membuat Kairo menjadi kota yang sangat
penting yang menghubungkan jalur perdagangan antara Laut merah dan laut
tengah dengan Eropah. Hasil pertanian juga meningkat.Di bidang ilmu
pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad
dari serangan tentara Mongolia. Karena itu ilmu-ilmu banyak berkembang
di Mesir, seperti sejarah, kedokteran,astronomi,matematika, dan ilmu
agama.
Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar, seperti
Ibnu Khalikan, Ibnu Taghribardi, dan Ibnu Khaldun. Di bidang astronomi
dikenal nama Nasir al-Din al –Tusi. Di bidang matematika Abu al Faraj al
–‘Ibry. Dalam bidang kedokteran: Abu Hasan ‘Ali al-Nafis penemu susunan
dan peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Mun’im al-Dimyathi
seorang dokter hewan, dan al- Razi, perintis psykoterapi. Dalam bidang
Opthalmologi dikenal nama Salah al-Din Ibnu Yusuf. Sedangkan dalam
bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Ibnu Taimiyah, seorang pemikir
reformis dalam Islam, al Sayuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan,
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Ilmu Hadits dan lain-lain. Demikain pula
dalam bidan arsitektur.
Mereka membangun bangunan-bangunan yang
megah seperti sekolah-sekolah, masjid-masjid, rumah sakit, museum,
perpustakaan, villa-villa, kubah dan menara masjid.Kerajaan Mamalik ini
berakhir tahun 1517 disebabkan banyaknya panguasa yang bermoral rendah,
suka berfoya-foya dan ditambah dengan datangnya musim kemarau panjang
dan berjangkitnya wabah penyakit. Dilain pihak munculnya kekuatan baru,
yaitu kerajaan Turki Usmani yang kemudia dapat memenangkan perang
melawan tentara Mamalik . Kemudian Mesir ini dijadikan salahsatu
propinsi kerajaan Usmani di Turki.
2. Spanyol
Pada abad
pertengahan ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah dinasti
Bani Ahmar (1232-1492 M) yang merupakan kekuatan Islam terakhir di
Spanyol seteleh kurang lebih 7 abad setengah lamanya menguasai wilayah
ini. Kota-kota lain seperti Cordova telah jatuh ke tangan Kristen pada
tahun 1238 M, Sevilla lepas pada tahun 1248 dan akhirnya Granada juga
jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 M. Hal ini disebabkan karena
terjadinya perpecahan diantara umat Islam terutama orang-orang Istana
dalam memperebutkan kekuasaan. Dilain pihak umat Kristen berhasil
mempersatukan diri. Abu Abdullah sebagai khalipah terakhir tidak mampu
lagi membendung serangan-serangan keristen yang dipimpin oleh Ferdinand
dan Isabella, dan akhirnya dia menyerahkan diri, dan dia sendiri hijrah
ke Afrika utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol.
Umat Islam setelah itu, dihadapkan kepada dua pilihan, masuk keristen
atau pergi meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M. boleh dikatakan
tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.
Dunia Islam mengalami
kehancuran setelah Khalipah Abbasiyah di Bghdad runtuh, dan baru
mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga
kerajaan besar, yaitu: Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di
Persia.
KERAJAAN BESAR (1500-1800 M)
1. Kerajaan Usmani
Pendiri kerajaan ini bernama UsmanI, seorang bangsa Turki dari kabilah
Oghuz. Ia menyatakan diri sebagai Padisyah al Usmani (raja besar
keluarga Usmani) pada tahun 699 H (1300 M). Tahun 1312 M ia menyerang
kota Broessa di Bizantium yang kemudian dijadikan sebagai ibukota
kerajaannya. Beberapa tahun kemudian Usmani dapat menaklukkan sebagian
benua Eropah seperti Azmir (Smirna) tahun 1327, Thawasyanli tahun 1330,
Uskandar tahun 1338, Ankara tahun 1354, dan Gallipoli tahun 1356.Pada
masa Sultan Murad I (1359-1389) Usmani dapat menguasai Adrianopel yang
kemudian dijadikan ibukotanya yang baru, kemudian ditaklukkan pula
Macedonia, Sopia, Salonia dan seluruh wilayah bagian utara Yunani.
Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke eropah, Paus
mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropah
disiapkan untuk memukul mundur pasukan Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh
Sijisman, raja Hongaria. Namun Sultan Bayazid I (1389-1403 M),
pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropah
tersebut.
Hanya sayang Sultan Bayazid I ini dapat dikalahkan
oleh serangan tentara Timur Lenk dalam pertempuran di Ankara tahun 1402
dan dia sendiri ditawan musuh.Dengan ditawannya Bayazid I ini kerajaan
Usmani mengalami kemunduran, sampai diselematkan kembali oleh putranya
Muhammad, dan dilanjutkan oleh Murad II (1421-1451) lalu oleh Muhammad
II (1451-1481) yang dikenal dengan muhammad Al Fatih . Pada masa
kekuasaan Muhammad al Fatih ini, Byzantium dan Konstantinopel
ditaklukkan (1453 M).Kerajaan Usmani semakin memantapkan kedudukannya
pada masa Sulaiman al Qanuni (1520-1566 M), sehingga pada masanya
wilayah kekuasaan Usmani mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria,
Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Al Jazair di Afrika;
Bulgaria, Yunani, Yugaslapia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropah.
Untuk mengatur pemerintahan Negara disusunlah sebuah kitab undang-undang
(qanun) yang diberi nama Multaqa al –Abhur, yang menjadi pegangan hukum
bagi kerajaan Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke 19.
Sebab itulah Sultan Sulaiman diberi gelar “al Qanuni.”Dalam
pembangunan, Turki Usmani ini lebih mempokuskan kepada bidang politik ,
kemiliteran dan arsitektur. Bidang politik maksudnya adalah perluasan
daerah seperti di atas. Bidang Militer adalah terbentunhya kelompok
militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan
inilah yang dapat mengubah Negara Usmani menjadi mesin perang yang
paling kuat. Bidang arsitek misanya banyak dibangun bangunan-bangunan
megah, seperti sekolah, rumah sakit,villa, makam, jembatan dan
masjid-masjid. Masjid-masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah,
misalnya yang terkenal adalah masjid Jami sultan Muhammad Al Fatih,
Masjid Agung sulaiman, Masjid Abi ayub Al Anshari dan Masjid Aya Sopia
yang awalnya adalah bangunan gereja. Dalam bidang keagamaan, perhatian
sultan cukup besar. Patwa-patwa ulama sangat berperan dalam mengambil
kebijakan Negara. Mufti adalah sebagai pejabat urusan agama tertinggi
yang memberikan fatwa resmi terhadap problematika keagamaan dalam
masyarakat. Tanpa legitimasi Mufti, keputusan hukum kerajaan bisa jadi
tidak berjalan.Selama kurang lebih 9 abad kerajan Usamani berdiri,
tetapi kemudian hancur juga disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
a. Budaya pungli
Setiap jabatan yang hendak diraih oleh seseorang harus “dibayar”
dengansogokan kepada orang yang berhak memberikan jabatan tersebut,
sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan kondisi para pejabat semakin
rapuh.
b. Pemberontakan tentara Jenissari
Kemajuan ekspansi
kerajan Usmani adalah juga karena peranan yang besar dari tentara
Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau tentara Jenissari itu sendiri
akhirnya memberontak kepada pemerintah.
c. Kemorosotan ekonomi
Ini disebabkan perang yang berkepanjangan, menghabiskan uang dan
perekonomian Negara merosot, sementara belanja Negara sangat besar,
termasuk untuk biaya perang.
d. Wilayah kekuasaan yang sangat luas
Terlalu luasnya wilayah kekuasaan Usmani sangat sulit untuk
dikontrol.Dipihak lain, para penguasa sangat berambisi menguasai wilayah
yang sangat luas, sehinga mereka terlibat perang terus menerus dengan
berbagai bangsa. Hal ini tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya
dapat digunakan untuk membangun Negara.
e. Kelemahan penguasa
Sepeninggal Sulaimanal al-Qanuni, kerajaan Usmani diperintah oleh
Sultan–sultan yang lemah terutama dalam bidang kepemimpinan. Akhirnya
pemerintahan menjadi kacau.
Dinasti Usmani berbentuk kesultanan
yang beribukota di Istanbul, Turki. Berasal dari suku bangsa pengembara
yang bermukim di wilayah Asia Tengah, salah satunya suku Kayi. Usman
bergelar “Pedisyah Al-Usman”, dibawah kepemimpinannya wilayah kesultanan
semakin luas dengan menaklukan beberapa wilayah, seperti Azmir (1327
M), Tharasyanli (1356 M), Iskandar (1338 M), Ankara (1354 M), dan
Galipoli (1356 M). Pada masa pemerintahan Muhammad Al- Fatih Kesultanan
Usmani mengalami puncak kejayaan, dan dapat menaklukan wilayah Byzantum
serta Konstantinopel (1453 M).
a. Pemerintahan dan Militer
Tingkatan paling tinggi dipegang oleh Sultan, tingkat kedua perdana
menteri atau Sadrazan, tingkat ketiga gubernur atau Pasya, tingkat
keempat bupati atau As-sawaziq atau Al-alawiyah. Sistem pemerintahan dan
kekuasaan militernya berjalan baik. Muncul kelompok elite militer yang
disebut janissary atau inkrisyriyah pada masa Orkhan bin Usman, kelompok
ini merupakan kelompok penghancur negeri non-muslim.
b. Pengetahuan dan Budaya
Terjadi akulturasi dari beberapa negara seiring dengan meluasnya
wilayah, yaitu kebudayaan Persia, Byzantium, dan Arab. Rakyat Usmani
mengambil ajaran tentang etika dan tat krama dari kebudayaan Persia,
organisasi dan kemiliteran dari Byzantum, dan ilmu arsitektur dari Arab.
Dari ilmu arsitektur tersebut, berdirilah berbagai masjid yang bagus
serta kaligrafi indah.
c. Agama
Muncul dua aliran tarekat,
yaitu Bektsyi yang banyak pengaruhnya dibidang militer, dan Maulawiyah
yang banyak pengaruhnya di lingkungan pejabat pemerintahan.
2. Kerajaan safawi di Persia
Cikal bakal kerajaan ini sebenarnya berasal dari perkumpulan pengajian
tasauf tarekat safawiyah yang berpusat di kota Ardabil, Azerbaijan. Nama
Safawiyah diambil dari nama pendirinya Safi al-Din, seorang keturunan
imam Syi’ah yang ke enam, Musa al Kazhim. Kerajaan ini dapat dianggap
sebagai peletak pertama dasar terbentuknya Negara Iran dewasa ini.
Gerakan tarekat ini lama kelamaan berubah bentuk menjadi gerakan
politik. Jama’ah atau murid-muridnya berubah menjadi tentara yang
teratur dan panatik dalam kepercayaan serta menentang setiap orang yang
bermazhab selain syi’ah.Kepemimpinan Sapawi silih berganti, dan semakin
eksis sebagai gerakan politik yang didukung oleh pasukan tentara yang
kuat yang diberi nama Qizilbash (baret merah) pada masa kepemimpinan
Ismail (1501-1524 M).
Dialah yang pertama kali memproklamirkan
dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi di kota Tabriz. Dalam waktu
sepuluh tahun ia sudah dapat menguasai seluruh wilayah Persia dan bagian
timur B ulan sabit subur (Fortile Crescent).Kerajaan Safawi mencapai
puncak kemajuannya pada masa pemerintahan Abbas I . Pada masa
pemerintahannya dapat menguasai beberpa daerah yang dikuasi Turki Usmani
seperti Tabriz, Sirwan, dan Baghdad (1602 M).
Kemudian tahun
1622 M dapat menguasai kepulauan Hurmuz, dan mengubah pelabuhan Gumrun
menjadi pelabuhan Bandar Abbas, sehingga jalur perdagangan antara Timur
dan Barat yang biasa diperebutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis
dapat dikusainya.Kemajuan Sapawi bukan hanya bidang politik saja tetapi
juga dalam bidang ilmu pengetahuan, Pada masanya lahir beberapa ilmuwan
antara lain Bahauddin al Syaeraji, generalis ilmu pengetahuan,
Sadaruddin al Syaeroji, seorang filosof, dan Muhammad Baqir Ibnu
Muhammad Damad, seorang filosop, ahli sejarah, teolog dan seorang yang
pernah mengadakan obesrvasi mengenai kehidupan lebah.Bidang fisik dan
seni, para penguasa Safawi telah berhasil membangun Isfahan, Ibukota
kerajaan menjadi kota yang sangat indah.
Dibangun pula
mesjid-mesjid, rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan
raksasa diatas zende Rud, dan istana Chihil Sutun. Unsur seni terlihat
juga misalnya dalam bentuk kerajinan tangan seperti keramik, karpet,
pakaian dan tenun, mode, tembikar dan lain-lain.Sepeninggal Abbas I
kerajaan Safawi berturut-turut diperintah oleh enam raja, yaitu Safi
Mirza (1628-1642), Abbas II (1642-1667), Sulaiman (1667-1694), Husein
(1694-1722), Tahmasp II (1722-1732), dan Abbas III (1733-1736). Pada
masa raja-raja tersebut kondisi kerajaan Safawi semakin lama semakin
menurun yang pada akhirnya membawa kepada kehancurannya. Safi Mirza
adalah seorang yang pencemburu dan kejam terhadap pembesar-pembesar
kerajaan. Abbas II adalah raja yang suka mabuk minuman keras. Sulaiman
selain pecandu narkotika juga menyenangi kehidupan malam beserta harem
herem nya.Sedangkan Husein adalah seorang raja yang sangat
diskriminatif, terlalu berpihak kepada kaum Syi’ah dan Kejam terhadap
penganut Sunni.Itulah antara lain yang menjadi faktor keruntuhan
Kerajaan safawi. Faktor lain adalah konplik yang berkepanjangan dengan
kerajaan Usmani, dekadensi moral dikalangan pembesar-pembesart kerajaan,
dan juga konplik interen di kalangan mereka dalam rangka memperebutkan
kekuasaan.
Pada masa pemerintahan Syah Abbas (1588-1629)
Kerajaan Safawi mengalami puncak keemasaan. Tidak hanya meredam konflik
internal dan merebut wilayah yang melepaskan diri, tetapi Syah Abbas
juga mampu melebarkan wilayahnya ke Tabriz, Sirwan, dan kep.Harmuz,
bahkan pelabuhan Bandar Abbas. Syah Abbas ingin melepaskan diri dari
ketergantungan dukungan kekuatan militer Qizilbasy, maka ia membentuk
kekuatan militer yang terdiri dari budak Kaukakus dan Georgia. Strategi
ini berhasil mengusir kekuatan Uzbek di Khirazan pada tahun 1598.
a. Pemerintahan dan Politik
Terbagi secara horozontal, yaitu didasarkan pada garis kesukuan atau
kedaerahan, dan pembagian secara vertikal, yaitu mencakup dua jenis,
istana (dargah) dan sekretariat negara (divan atau mamalik).
Penyelenggaraan negara dipercayakan kepada para amir (kepala suku)
tingkat atas dan wazir (menteri) yang tergabung dalam suatu dewan
(jangi). Terdapat lembaga yang tercakup dalam dewan tersebut (majelis
nivis) yang terdiri dari sejarawan istana, sekretaris pribadi Syah, dan
kepala intelejen.
b. Ekonomi
Ekonomi dikendalikan langsung
oleh pusat. Banyak memperkuat di bidang pertanian dengan memperbanyak
pengalihan tanah negara menjadi tanah raja. Pertumbuhan ekonominya
semakin baik karena stabilitas keamanan yang dinamis dan situasi dalam
negeri yang terkendali. Pelabuhan Bandar Abbas menjadi jalur perdagangan
antara Timur dan Barat sehingga sektor perdagangan semakin maju. Di
bidang pertanian mengalami kemajuan terutama di daerah Bulan Sabit yang
subur.
c. Ilmu Pengetahuan
Didirikan lembaga pendidikan
Syiah oleh Syah Abbas, yaitu sekolah teologi untuk lebih memantapkan
akan aliran Syiah. Beberapa nama ilmuwan, sastrawan, dan sejarawan
Safawi antara lain, Muhammad bin Husain Al-Amili Al-Juba’i, Muhammad
Baqir Astarabadi, Sarudin Muhammad bin Ibrahim Syirazi, dan Muhammad
Baqir Majlisi.
d) Bangunan dan Seni
Kantor, masjid, rumah
sakit, dan jembatan raksasa dibangun dengan gaya arsitektur yang indah.
Di bidang seni, terlihat dalam kegiatan dan hasil dari kerajinan tangan,
keramik, karpet, dan seni lukis.
3. Kerajan Mughal di India
Kerajaan Mughal letaknya di India dan Delhi sebagai Ibukotanya. Berdiri
seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan safawi. Didirikan oleh
Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salahsatu dari cucu Timur Lenk. Ia
bertekad ingin menguasai Samarkhan yang menjadi kota penting di Asia
Tengah pada masa itu. Maka pada tahun 1494 ia berhasil menaklukkannya
berkat bantuan raja Ismail I, raja safawi. Pada tahun 1504 M ia juga
dapat menaklukkan Kabul, ibu kota Afganistan. Kerajaan-kerajaan Hindu di
India juga dapat ditaklukkannya.Babur meningal pada tahun 1530 M.
diagnti oleh anaknya Humayun.(1530-1556 M) dapat menggabungkan Malwa dan
Gujarat ke daerah-daerah yang telah dikuasainya. Humayun meninggal
karena terjatuh di tangga perpustakaannya (1556 M) , diganti oleh
anaknya, Akbar.Akbar (1556-1606 M) dapat menaklukkan raja-raja India
yang masih ada pada waktu itu, dan juga Bengal. Dalam soal agama, Akbar
mempunyai pendapat yang libral dan ingin menyatukan semua agama dalam
satu bentuk agama baru yang diberi nama Din Ilahi. Akbar juga menerapkan
politik Sulakhul (toleransi Universal) , sehingg semua rakyat
dipandangnya sama, tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.
Sultan-sultan yang besar setelah Akbar antara lain Jehangir (1605-1627
M) dengan permaisurinya Nur Jehan, Syah Jehan (1628-1658 M) dan
Aurangzeb (1659-1707 M).
Sesudah Aurangzeb adalah Sultan-sultan
yang lemah yang tidak dapat mempertahankan kelanjutan kerajaan
MughalBeberapa kemajuan kerajaan Mughal antara lain dalam bidang
pertanian, yaitu berupa biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayuran,
rempah-rempah, tembakau, kapas, nila dan bahan-bahan celupan.Hasil karya
seni kerajaan Mughal yang masih dapat dinikmati sampai saat ini adalah
karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan misalnya bangunan
Masjid berlapiskan mutiara, dan Tajmahal di Agra, Mesjid Raya Delhi dan
Istana indah di Lahore.Selain kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh
kerajaan Mughal, ada beberapa faktor kelemahannya yang menyebabkan
kehancurannya pada tahun1858 antara lain:
a. Terjadi stagnasi
dalam pembinaan kemiliteran sehingga tidak bisa memantaugerak langkah
tentara Inggris di wilayah-wilayah pantai. Begitu pula kekuatanpasukan
daratnya semakin kurang handal, teruatama dalam
mengoperasikapersenjataan buatannya sendiri.
b. Dekadensi moral dan hidup mewah di kalangan pembesar kerajaan yangmengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang.
c. Terlampau kasarnya sikap Aurangzeb dalam melaksanakan ide-idenya
yang menyebabkan terjadinya konplik antara agama, misalnya aliran Syikh,
Syi’ahdan sunni.
d. Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir kekuasaan Mughal adalah orang-orang yang lemah dalam bidang kepemimpinan
Demikianlah informasi yang dapat saya bagikan tentang perkembangan Islam pada abad pertengahan semoga bermanfaat
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar