DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………
DAFTAR ISI……………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
•
Latar Belakang…………………………………...
•
Rumusan Masalah………………………….…….
•
Pembatasan Makalah……………………..………
•
Tujuan Manfaat Penelitian……………………….
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA……………………………......
BAB III METODOLOGI
PENELITIAN
•
Definisi Operasional………………………………….
•
Metode Penelitian……………………………….……
•
Populasi dan Sampel……………….…………………
•
Waktu dan Tempat Penelitian………………………..
•
Instrumen Penelitian…………………………….……
•
Teknik Pengumpulan Dan Analisis Data………….…
BAB
VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
•
Hasil Penelitian………………………………..……..
•
Pembahasan…………………………………….…….
BAB V PENUTUP
•
Kesimpulan………………………………………………
•
Saran……………………………………………………..
LAMPIRAN
DAFTAR
PUSTAKA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan “Laporan Hasil Penelitian
Mengenai Paragraf Deduktif” dengan baik, walaupun masih banyak kekurangan,
kejanggalan kata-kata, kekeliruan dan hambatan.
Laporan
ini disusun berdasarkan kegiatan“Laporan Hasil Penelitian Mengenai Paragraf
Deduktif” yang dilakukan kami dengan tujuan agar pembaca dapat memahami dan
mengerti mengenai“Laporan Hasil Penelitian Mengenai Paragraf Deduktif” dan merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Laporan
ini tidak akan sukses dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka tiada
kata terukir indah selain ucapan terima kasih kepada yang terhormat guru
pembimbing Bahasa Indonesia kami,kepada Ayah dan Ibu tercinta yang telah
mencurahkan perhatian dan dukungannya baik secara materil maupun non materil,
dan kepada rekan-rekan sekalian yang telah ikut serta membantu “Laporan Hasil
Penelitian Mengenai Paragraf Deduktif”.
Kami
menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kami berharap kepada semua pihak dan pembaca untuk memberikan saran dan
kritik yang bersifat membangun demi perbaikan lebih lanjut.
Demikian
laporan ini kami buat semoga bermanfaat bagi semua pihak.
Garut, 15 Januari 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
•
Latar
Belakang
Bahasa
Indonesia adalah bahasa nasional bangsa Indonesia, yang berfungsi sebagai
lambang kebanggaan nasional, identitas kebangsaan, alat pemersatu berbagai suku
bangsa, dan sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan.Namun pada
kenyataannya, warga bangsa Indonesia kurang memperdulikan bahasa Indonesia,
terutama dalam ragam tulisan. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata
cara penulisan (ejaan) di samping aspek bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain,
dalam ragam tulisan kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa,
struktur bentuk kata, struktur kalimat, serta kelengkapan bahasa di dalam
struktur bahasa. Ragam tulisan berkaitan erat dengan karangan, baik berupa
karangan pendek maupun karangan panjang.Untuk membuat sebuah karangan, kita
harus mempelajari paragraf dan segala aspeknya. Paragraf adalah bagian dari
karangan yang mengandung satu kalimat penjelas.Sebenarnya paragraph dibagi
menjadi beberapa macam.Salah satunya yaitu paragraph deduktif.Untuk mempelajari
dan memahami jenis paragraph tersebut, maka disusunlah laporan hasil penelitian
yang berjudul “PARAGRAF DEDUKTIF”.
Dengan dibuatnya laporan
ini,penyusun berharap pembaca dapat lebih memahami paragraph deduktif, baik
dalam mengenali maupun dalam penggunaannya.
•
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, perumusan masalah
dalam penulisan laporan hasil penelitian ini adalah :
•
Apakah pengertian dari paragraf deduktif ?
•
Sebutkan ciri-ciri dari paragraph deduktif ?
•
Buatlah Contoh dari paragraph deduktif ?
•
Pembatasan
Masalah
Dari Latar
belakang dan Rumusan masalah yang telah kami susun,dan telah kami pahami ,maka
kami dapat menyimpulkan pembatasan masalah dari laporan hasil penelitian
mengenai paragraph deduktif ini,yaitu :
•
Pengertian dari paragrap deduktif
•
Ciri-ciri dari paragraph deduktif
•
Contoh dari paragraph deduktif
•
Penelitian dari sebuah artikel mengenai paragraph deduktif.
•
Tujuan
Manfaat Penelitian
Penyusun
memiliki beberapa tujuan dalam penulisan laporan hasil penelitian
ini,diantaranya adalah :
•
Mengetahui dan memahami paragaraf deduktif.
•
Dapat memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu
tema.
•
Agar mengerti apa yang dimaksud dengan Paragraf deduktif
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
•
Pengertian
Paragraf Deduktif
Pengertian dari paragraf
adalah bagian dari karangan yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa
kalimat penjelas. Sebenarnya paragraf dibagi menjadi beberapa macam dan salah
satunya adalah Paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah
paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan dilengkapi dengan
kalimat penjelas sebagai pelengkapnya.Paragraf ini diawali dengan pernyataan
umum dan disusul dengan penjelasan
khusus. Istilah deduktif berarti bersifat deduksi.
Kata deduksi yang berasal dari bahasa Latin: deducere, deduxi,
deductum berarti ‘menuntun ke bawah;
menurunkan’; deductio berarti ‘penuntunan; pengantaran’.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan
yang bersifat umum, kemudian diturunkan atau dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan
yang bersifat khusus.Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa
berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh,
atau bukti-buktinya.Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum
dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa
penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.
•
Ciri-ciri paragraf
deduktif :
•
Kalimat utama berada di awal paragraf.
•
Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul
dengan penjelasan.
•
Terdapat kata adalah, merupakan, ialah, yakni, yaitu, pada
kalimat pertama, maka itulah ide pokoknya.
•
Terdapat kata itu,ini,tersebut,nya pada kalimat berikutnya,
maka ide pokoknya pada kalimat pertama atau pada kalimat berikutnya.
•
Diakhiri dengan penjelasan
•
Contoh Paragraf Deduktif
•
Pemuda
warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan
tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan diluar
rumah, dan hanya duduk-duduk di pinggir jalan pada saat jam-jam belajar.Para
pemuda dimulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar
bagi anak-anak mereka.Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedan
kumpul-kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar , mereka akan di
peringatkan dan diajak untuk belajar bersama.Jam belajar masyarakat dimulai
pukul 18.00 sampai 20.00
“Pada
paragraph tersebut,merupakan jenis paragraph deduktif, Karena pada paragraph
tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf
deduktif, yaitu : kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian
disusul dengan kalimat penjelas (khusus), kemudian pada paragraph tersebut yang
menjadi kalimat utamanya adalah pada kalimat pertama dan selanjutnya adalah
kalimat penjelas.
•
Plastik mengepung kehidupan kita. Limbah plastik tergolong
sampah yang sulit terurai secara alamiah. Kondisi ini mengundang reaksi karena
rongsokan plastik merupakan krisis sampah padat. Cara mengatasinya adalah daur
ulang, karena dianggap jalan yang paling aman. Masalahnya bagaimana
meningkatkan teknologi daur ulang sehingga dapat dihasilkan bahan baku plastik
yang kualitasnya bagus.
Bisa dilihat pada paragraf diatas bahasan utama dari
paragraf tersebut adalah tentang sampah yang mengepung kehidupan kita, kemudian
kalimat utama tersebut dijelaskan lagi oleh kalimat kalimat penjelas yang ada
berikutnya. jadi sebenarnya inti dari paragraf tersebut merupakan masalah
sampah yang merajalela.
·
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah
armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan.Kedua, kedisiplinan
pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, kuran tegasnya petugas yang
berwenang dalam mengatur lalu lintas.
“Pada
paragraph tersebut,merupakan jenis paragraph deduktif, Karena pada paragraph
tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf
deduktif, yaitu : diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan
uraian atau penjelas khusus.
Jadi, pada
kalimat pertama merupakan pernyataan umum, kemudian pada kalimat kedua dan
berikutnya merupakan kalimat uraian atau penjelas khusus
·
Kebersihan sangat menjadi masalah disekolah. Ini terjadi
karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal kebersihan
adalah sebagian dari iman.
“Pada
paragraph tersebut,merupakan jenis paragraph deduktif, Karena pada paragraph
tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf
deduktif, yaitu : terdapat kata ini pada kalimat kedua maka ide pokoknya
terdapat pada kalimat sebelumnya/pertama.
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Definisi Operasional
Paragraf
deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama.Pola pengembangan paragraf ini yaitu
umum - khusus.Kalimat topik dikembangkan dengan pemaparan ataupun deskripsi
sampai bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat topik yang bersifat umum
menjadi jelas (umum-khusus). Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini
biasa kita kenal dengan paragraf deduktif.
B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan yaitu metode penelitian
deskriptif, yang bertujuan untuk menghasilkan gambaran akurat mengenai
paragraph deduktif.
C. Populasi dan Sampel
1.Populasi
Beberapa ahli mengemukakan tentang populasi
antara lain :
1.
Menurut Margono(2004:118)pengertian populasi adalah seluruh data yang menjadi
perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Jadi
populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. Kalau setiap manusia
memberikan suatu data maka banyaknya atau ukuran populasi akan sama dengan
banyaknya manusia.
2.
Menurut Sugiyono (2001:55) pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik.Jadi
populasi juga bukan hanya orang,tetapi juga benda-benda alam yang lain.
Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari,tetapi
meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu.
3.
Menurut (Arikunto, 2002:108), pengertian populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian.
4.
Menurut Kerlinger(Furchan,2004:193) pengertian populasi adalah semua anggota
kelompok orang, kejadian, atau objek yang telah dirumuskan secara jelas.
5.Menurut
Nazir (2005:271) pengertian populasi adalah kumpulan dari individu dengan
kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut
dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan
populasi finit.Sedangkan, jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai
jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga, disebut populasi infinit.
Misalnya, jumlah petani dalam sebuah desa adalah populasi finit. Sebaliknya,
jumlah pelemparan mata dadu yang terus-menerus merupakan populasi infinit.
6.
Menurut Nawawi (Margono, 2004:118) pengertian populasi adalah keseluruhan objek
penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan,
gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang
memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka
populasi dapat diartikan sebagai suatu kumpulan individu yang dijadikan objek
penelitian.Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah 37 artikel dalam
buku paket kelas XI "Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia".
2.
Sampel
Beberapa
ahli menjelaskan tentang sampel. Diantaranya :
A.
Menurut Sugiyono (2010:2015) sampel
adalah "sebagian dari populasi itu". Populasi itu misalnya penduduk
di wilayah tertentu,jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan
murid di sekolah tertentu dan sebagainya.
B.
Menurut Margono (2010:121) mengemukakan bahwa sampel adalah "sebagai
bagian dari populasi,sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan
cara-cara tertentu.
C.
Menurut Sudjana (2005:6) mengemukakan bahwa sampel adalah "sebagian yang
diambil dari populasi".
Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut
dapat kami simpulkan bahwa sampel adalah sebagian bagian dari populasi yang
diambil. Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan dengan keterbatasan
waktu untuk itu hanya diambil satu judul artikel yang dijadikan sampel ,yaitu
artikel dari buku paket kelas XI "aktif dan kreatif Berbahasa
Indonesia" yang berjudul "Cara Belajar Individu" oleh Sholihin
Permana Putra.
D. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini, dilakukan mulai dari tanggal 14 januari 2014
.
Tempat
yang kami lakukan yaitu di rumah salah satu anggota kelompok kami yaitu di
Paledang .
Instrumen Penelitian (alat dan bahan)
Berikut ini
beberapa para ahli yang mengemukakan tentang penjelasan instrumen,antara lain :
1. Menurut Suharsimi Arikunto (2000:134) instrumen
pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan
dipermudah olehnya.
2. Menurut Ibnu Hadjar (1996:160) berpendapat bahwa
instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi
kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif.
3. Menurut Suryabrata (2008:52) menyatakan bahwa instrumen
penelitian adalah alat yang digunakan untuk merekam pada umumnya secara
kuantitatif keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis.
Berdasarkan
pengertian yang dikemukakan oleh beberapa para ahli diatas bisa disimpulkan
bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam proses penelitian.
F.
Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
1.
Teknik pengumpulan data
Adapun
teknik pengumpulan data yang dilakukan pada tanggal 14 Januari 2014 di
Paledang. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap,dan dilakukan oleh
semua anggota kelompok. Tujuannya,untuk mempermudah pengolahan dan perolehan
data yang murni.
Selain itu,kami juga mencari berbagai
referensi yang bersumber dari internet yang menyangkut tentang paragraf
deduktif. Dari penelusuran tersebut, kami berhasil mendapatkan berbagai
data-data informasi yang relevan.
2.
Analisis Data
Dibawah ini beberapa pakar yang mengemukakan
tentang analisis data :
a.
Miles and Huberman (1984) bahwa yang paling serius dan sulit dalam analisis
kualitatif adalah karena metode analisis belum dirimuskan dengan baik.
b.
Susan Stainback menyatakan belum ada panduan dalam penelitian kualitatif untuk
mendukung kesimpulan atau teori.
c.
Nasution menyatakan bahwa melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit,
memerlukan kerja keras. Asnalisis memerlukan daya kreatif serta kemampuan
intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk
menganalisis,sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri metode yang
dirasakan yang cocol dengan sifat penelitiannya. Bahan yang sama
diklasifikasikan lain oleh peneliti yang berbeda.
d.
Bogdan menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dapat dilakukan dengan mengorganisasikan
data , memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat
kesimpulan yang akan diceritakan kepada orang lain.
e.
Spradley (1980) menyatakan bahwa analisis dalam penelitian jenis apapun, adalah
merupakan cara berfikir. Hal itu berkaitan dengan pengujian secara sistematis
terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antar, dan hubungannya
dengan keseluruhan. Analisis adalah untuk mencari pola.
Berdasarkan hal tersebut diatas dapat
dikemukakan disini bahwa,analisis data adalah proses mencari dan menyusun
secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan
dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori,
menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa dipelajari dan membuat
kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Teknik
analis data yang kami digunakan adalah analisis persentase.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
•
Hasil
penelitian
Dari hasil penelitian yang telah kami teliti ,maka dapat
kami simpulkan :
dari
artikel yang berjudul Cara Belajar Individu yaitu terdapat beberapa paragraf
deduktif diataranya pada paragraf ke-1,ke-2,ke-3,
ke-4,ke-5,ke-6,ke-7,ke-8,ke-9, ke-10 dan ke 11.
Dari hasil penelitian artikel yang
berjudul Cara Belajar Individu ini, hampir semua paragraph termasuk kedalam
jenis paragraph deduktif, namun ada juga beberapa paragraph lainnya yang bukan
termasuk jenis paragraph deduktif.
Untuk
lebih jelasnya lagi,akan kami bahas pada Materi ‘Pembahasan’.
•
Pembahasan
•
Pada paragraph ke-1,merupakan jenis paragraph deduktif,
Karena pada paragraph tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif, yaitu : letak kalimat utama diawal
paragraf dan terdapat kata adalah yakni
Pada kalimat pertama dan itulah ide pokoknya . “Setiap individu adalah unik.”
•
Pada paragraph ke-2,merupakan jenis paragraph deduktif,
Karena pada paragraph tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif, yaitu : terdapat kata nya pada
kalimat ke-2 dan ke-3. Maka ide pokoknya pada kalimat pertama atau
sebelumnya.Kalimat kedua: “Di negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat
sedemikian rupa sehingga individu dapat bebas memilih pola pendidikan yang
sesuai karakteristik dirinya.”Dan
kalimat ke-3 “Di Indonesia, kita seringkali mendengar keluhan dari orangtua
yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi pintar",
•
Pada paragraph ke-3,merupakan jenis paragraph deduktif,
Karena pada paragraph tersebut terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif, yaitu : terdapat kata itu pada
kalimat ketiga. Maka itulah ide pokoknya. Pada kalimat ke-3 “Namun, usaha itu seringkali tidak membuahkan
hasil seperti yang diharapkan, bahkan justru menimbulkan masalah bagi anak dan
remaja”.
•
Pada paragraph ke-4, merupakan paragraph deduktif,karena
pada kalimat ke-2 “Cara belajar itu,
kombinasi dari bagaimana individu menyerap, mengatur, dan mengelola informasi”,
mempunyai ciri dari paragraph deduktif yaitu terdapat kata “itu”.Jika
terdapat kata itu pada kalimat kedua/berikutnya maka ide pokoknya terdapat pada
kalimat pertama . Jadi paragraf tersebut merupakan paragraf deduktif karena
terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif.
•
Pada paragraph ke-5, merupakan paragraph deduktif,karena
pada kalimat ke-1 terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif yaitu
terdapat kata merupakan pada kalimat pertama maka itulah ide pokoknya. Kalimat
ke-1 : “Otak manusia merupakan
kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta.”
Kemudian pada kalimat ke-2juga terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif,
karena terdapat kata-nya pada kalimat kedua maka ide pokonya terdapat pada
kalimat sebelumnya. Kalimat ke-2 :
“Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya dan jika dirawat baik dalam lingkungan yang menimbulkan
rangsangan memadai.”
•
Pada paragraph ke-6, merupakan paragraph deduktif,karena
terdapat beberapa ciri dari paragraf deduktif yaitu diawali dengan pernyataan
umum kemudian disusul dengan uraian atau kalimat penjelas khusus yaitu pada
kalimat ke-1 "Menurut Maclean,otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang
seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain." Ini merupakan
pernyataan umum, kemudian disusul dengan kalimat uraian atau kalimat penjelas
khusus yaitu pada kalimat ke-2 "Bagian pertama,batang otak,bagian keduan
sistem limbik dan ketiga neokorteks."
Kemudian pada kalimat ke-4 juga
terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif yaitu terdapat kata ini pada
kalimat ke-4 maka ide pokoknya pada kalimat pertama/sebelumnya. Kalimat ke-4
: “Perilaku yang dikembangkan bagian ini untuk mempertahankan hidup”
•
Pada paragraph ke-7, merupakan paragraph deduktif,karena
pada kalimat ke-2 “Sistem ini
juga mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah,
jantung”. mempunyai ciri dari paragraph deduktif yaitu terdapat kata ini pada
kalimat ke-2 maka ide pokoknya terdapat pada kalimat sebelumnya.
•
Pada paragraph ke-8, merupakan paragraph deduktif,karena
pada kalimat ke-1 “Neokorteks adalah tempat
bersemayamnya pusat kecerdasan manusia.” Terdapat salah satu ciri dari paragraf
deduktif yaitu terdapat kata adalah pada kalimat pertama maka pada kalimat
pertama adalah ide pokoknya. Kemudian pada kalimat ke-4 “
Dalam neokorteks ini,
kecerdasan lebih tinggi berada, di antaranya linguistik, matematika,
spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, dan interpersonal.” mempunyai ciri
dari paragraph deduktif yaitu terdapat kata ini pada kalimat ke-4 maka ide
pokoknya terdapat pada kalimat sebelumnya.
•
Pada paragraph ke-9, merupakan paragraph deduktif,karena
pada kalimat ke-2 terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif yaitu
terdapat kata itu pada kalimat kedua,maka ide pokoknya terdapat pada kalimat
pertama/sebelumnya.yaitu : “Ketiga
kategori itu cara belajar
visual, auditorial, dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku
tertentu.” Dan pada kalimat ke-3juga terdapat salah satu ciri dari paragraf
deduktif yaitu terdapat kata ini pada kalimat ke-3 maka ide pokoknya terdapat
pada kalimat pertama/sebelumnya. Yaitu :
“ Pengategorian ini tidak
berarti, individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar
tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain.”
•
Pada paragraf ke-10, merupakan paragraf deduktif karena
terdapat beberapa ciri dari paragraf deduktif. Yaitu letak kalimat utama diawal
paragraf , terdapat kata adalah pada kalimat pertama maka itulah ide pokoknya :
" Ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar adalah
sebagai berikut" , kemudian diawali dengan pernyataan umum dan disusul
dengan uraian atau penjelas khusus. Pernyataan umum tersebut terdapat pada
kalimat pertama kemudian disusul dengan kalimat penjelas atau uraian pada kalimat
ke-1, ke-2, dan kalimat berikutnya.
•
Pada paragraf ke-11/ terakhir, merupakan jenis paragraf
deduktif. Karena terdapat salah satu ciri dari paragraf deduktif yaitu terdapat
kata itu pada kalimat ke-2 maka ide pokoknya terdapat pada kalimat
pertama/sebelumnya . Kalimat ke-2 : " Setelah itu, cobalah membuat rencana
atau persiapan yang merupakan kiat belajar Anda, sehingga dapat mendukung agar
kemampuan dapat dikembangkan"
BAB III
PENUTUP
•
Kesimpulan
Dari penyusunan makalah
ini, kami menyimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan
utamanya terletak pada kalimat pertama.Pola pengembangan paragraf ini yaitu
umum - khusus.
•
Saran
Agar
sebuah paragraf dapat tersusun dengan baik dan sesuai EYD diperlukan sebuah
ketelitian dan pengelolaan kata yang tepat.Menyusun sebuah paragraf harus
seefektif mungkin dan dapat menyampaikan ide pokok secara jelas sehingga mudah
dipahami.
LAMPIRAN
Berikut adalah sebuah artikel yang kami teliti dan berjudul
:
Cara
Belajar Individu
Oleh
Sholihin Permana Putra
Setiap individu adalah unik. Artinya, ia memiliki perbedaan
antara yang satu dan yang lain. Perbedaan itu bermacam-macam, mulai dari
perbedaan fisik, pola berpikir, sampai cara merespons atau mempelajari hal
baru. Dalam hal belajar, tiap-tiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan
dalam menyerap pelajaran.
Dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat
memenuhi tuntutan perbedaan individu.Di negara maju sistem pendidikan bahkan
dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat bebas memilih pola pendidikan
yang sesuai karakteristik dirinya. Di Indonesia, kita seringkali mendengar
keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat
anaknya menjadi "pintar".
Orangtua berlomba menyekolahkan anaknya ke sekolah
terbaik.Si anak diikutkan dalam kursus atau les privat, yang terkadang menyita
habis waktu.
Namun,
usaha itu seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan
justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.
Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tidak kunjung
pintar? Salah satu faktor penyebabnya ketidaksesuaian cara belajar sang anak
dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikannya.
Cara
belajar itu, kombinasi dari bagaimana individu menyerap, mengatur, dan
mengelola informasi.
Otak Pusat Belajar
Otak manusia merupakan kumpulan massa protoplasma yang
paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat
mempelajari dirinya dan jika dirawat baik dalam lingkungan yang menimbulkan
rangsangan memadai.Otak dapat berfungsi aktif dan reaktif selama lebih dari
seratus tahun.
Otak
inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga baik seumur hidup agar
terhindar dari kerusakan.
Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar
yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain. Bagian
pertama, batang otak, bagian kedua sistem limbik dan yang ketiga
neokorteks.Batang otak bertanggung jawab atas fungsi
motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari pancaindra.Perilaku yang
dikembangkan bagian ini untuk mempertahankan hidup.
Di sekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang
berfungsi menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan
kemampuan belajar.
Sistem
ini juga mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah,
jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme, dan sistem
kekebalan.
Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan
informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan,
penciuman sebagai input yang kemudian informasi disampaikan ke pemikir dalam
otak yaitu neokorteks.
Neokorteks adalah tempat bersemayamnya pusat kecerdasan
manusia.Bagian inilah yang mengatur pesan yang diterima melalui penglihatan,
pendengaran dan sensasi tubuh manusia.Proses penalaran, berpikir intelektual,
pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan
gagasan nonverbal.Dalam neokorteks ini, kecerdasan lebih tinggi berada, di
antaranya linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal,
dan interpersonal.
Karakteristik Cara Belajar
Berdasarkan kemampuan otak, cara belajar individu dapat
dibagi dalam tiga kategori. Ketiga kategori itu cara belajar visual,
auditorial, dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu.
Pengategorian ini tidak berarti, individu hanya yang memiliki salah satu
karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara
belajar yang lain.
Dengan kata lain, jika sang individu menemukan metode
belajar sesuai karakteristik dirinya, akan cepat ia menjadi "pintar".
Dengan demikian, kursus atau les privat intensif tidak diperlukan lagi.
Ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara
belajar adalah sebagai berikut.
1.
Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar visual individu, yang
memiliki kemampuan belajar visual yang baik. Hal tersebut ditandai ciri-ciri
berdasarkan asosiasi visual, memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat
baik; biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika
sedang belajar; merupakan pembaca yang cepat dan tekun; lebih suka membaca
daripada dibacakan; membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan
berbagai hal lain yang berkaitan; dan lebih suka mendemonstrasikan sesuatu
daripada berpidato/berceramah.
2.
Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar auditorial individu yang
memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik. Ini ditandai ciri-ciri
perilaku mudah terganggu oleh keributan, lebih senang mendengarkan daripada
membaca, jika membaca lebih senang membaca dengan suara keras, berbicara fasih,
lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya, belajar mendengarkan
dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat, berdiskusi dan
menjelaskan sesuatu panjang lebar.
3.
Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar kinestetik individu yang
memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik, ditandai ciri-ciri perilaku
berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain, belajar melalui
praktik langsung atau manipulasi menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau
melihat langsung, menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika
membaca, banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal), tidak dapat duduk diam di
suatu tempat, sulit membaca peta, menyukai kegiatan yang menyibukkan (secara
fisik).
Dengan melihat cara belajar yang paling menonjol dari diri
seseorang, orang tua yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang
cukup tentang karakter cara belajar dirinya), diharapkan ini dapat bertindak
secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai.
Bagi remaja yang sulit belajar, cobalah mulai merenungkan
dan mengingat-ingat apa karakteristik belajar Anda yang paling efektif. Setelah
itu, cobalah membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar Anda,
sehingga dapat mendukung agar kemampuan dapat dikembangkan. Salah satu cara
yang bisa digunakan dengan memanfaatkan berbagai media pendidikan seperti tape
recorder, video, atau gambar.
Sumber: Pikiran Rakyat, 9 Januari 2005
DAFTAR
PUSTAKA
Somad Abdul Adi,Aminudin dan Yadi
Irawan.2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia.Jakarta.Pusat Perbukuan.
Sumber
Internet :